Manajemen Nyeri Pada Pasien Pascaoperasi Laparotomi Eksplorasi Dalam Asuhan Keperawatan Medikal Bedah

Pain Management in Post-Exploratory Laparotomy Patients within Medical-Surgical Nursing Care

Authors

  • Muhammad Arsyad Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Muhlisoh Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Insana Maria Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Rusdiana Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Asni Hasaini Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54004/join.v5i2.400

Keywords:

laparotomi eksplorasi, manajemen nyeri, nyeri pascaoperasi, relaksasi genggam jari

Abstract

Latar Belakang: Laparotomi eksplorasi merupakan prosedur pembedahan abdomen yang dapat menimbulkan nyeri pascaoperasi. Manajemen nyeri perlu dilakukan secara multimodal melalui terapi farmakologis dan intervensi nonfarmakologis. Relaksasi genggam jari merupakan salah satu teknik sederhana yang dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Mengaplikasikan manajemen nyeri pada pasien pascaoperasi laparotomi eksplorasi dalam asuhan keperawatan medikal bedah. Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laporan kasus dan proses keperawatan. Subjek adalah seorang laki-laki berusia 25 tahun pascaoperasi laparotomi eksplorasi yang dirawat di Ruang Bedah Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi klinis, dan pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan intensitas nyeri dan respons klinis selama evaluasi. Hasil: Masalah keperawatan yang teridentifikasi meliputi nyeri akut, gangguan pola tidur, dan risiko infeksi. Intervensi meliputi pengkajian nyeri, pengaturan lingkungan, relaksasi genggam jari, dan kolaborasi pemberian analgesik. Intensitas nyeri menurun dari NRS 5 menjadi 4 dan 2 pada tiga waktu evaluasi. Durasi tidur malam meningkat dari 4 menjadi 6 jam tanpa terbangun, dan tidak ditemukan tanda klinis infeksi pada evaluasi terakhir. Kesimpulan: Penerapan manajemen nyeri multimodal disertai relaksasi genggam jari sebagai terapi pendamping menunjukkan perbaikan intensitas nyeri dan kenyamanan pasien. Namun, kontribusi spesifik relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri tidak dapat dipastikan karena analgesik diberikan secara bersamaan.

References

El-Boghdadly, K., et al. (2024). Peri Operative Pain Management In Adults: A Multidisciplinary Consensus Statment From The Association of Anaaesthetists and The British Pain Sociaty. Anaesthesia, 79 (11), 1220-1236. DOI : https://doi.org/10.1111/anae.16391.

Hasaini, A. (2019). Efektifitas Relaksasi Genggam Jari dengan Penurunan Nyeri di Ruang Bedah (Al-Muizz) RSUD Ratu Zalecha Martapura. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), 76–90. https://doi.org/https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.394

Hasaini, A., Muhlisoh, & Martini Nur Sukmawaty. (2023). GENGGAM JARIMU : Promosi Edukasi Relaksasi Genggam Jari Sebagai Upaya Menurunkan Intensitas Nyeri Sendi. INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 47–52. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/indra.v4i2.246

Kayasa, A. H., et al. (2025). Application of finger-hold relaxation technique on postoperative pain intensity in laparotomy patients: A case study in Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta. Jurnal Komunitas Indonesia, 5(3), 275-289. DOI : https://doi.org/10.58545/jkki.v5i3.524

Korlantas Polri. (2024). Hadiri retrospeksi korban laka lantas, Kakorlantas beri bantuan pemasangan kaki palsu. Jakarta: Korlantas Polri.

Liestarina, A., S., dkk. (2023). Penerapan relaksasi genggam jari untuk penurunan intensitas nyeri pasien pasca operasi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Jurnal Keperawatan Duta Medika 3(2), 67-74. DOI : https://doi.org/10.47701/dutamedika.v3i2.2917

Nadianti, R.,N & Minardo, J. (2023). Manajemen nyeri akut pada post laparatomi apendisitis di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Journal of Holistics and Health Sciences 5(1), 75-87. DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v5i1.253

Rajaretnam, N., et al. (2023). Laparotomy. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Septiyono, E.,A, dkk. (2024). Analysis of nursing care in post laparotomy TAH-BSO patient using finger grip relaxation therapy. Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia, 3(2), 176-185.

Tim Pokja DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta: DPP PPNI.

Tim Pokja DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Jakarta: DPP PPNI.

Tim Pokja DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta: DPP PPNI.

Wozniak, A. B., et al. (2025). The association between quality of recovery, objective and subjective sleep quality, and pain after abdominal surgery: A cross-sectional study. Gastroenterology Nursing, 48(4), 280-287. DOI: https://doi.org/10.1097/SGA.0000000000000880

Published

2026-09-30

How to Cite

Arsyad, M., Muhlisoh, Maria, I., Rusdiana, & Hasaini, A. (2026). Manajemen Nyeri Pada Pasien Pascaoperasi Laparotomi Eksplorasi Dalam Asuhan Keperawatan Medikal Bedah: Pain Management in Post-Exploratory Laparotomy Patients within Medical-Surgical Nursing Care. Journal of Intan Nursing, 5(2), 91-95. https://doi.org/10.54004/join.v5i2.400