Manajemen Nyeri Pada Pasien Pascaoperasi Laparotomi Eksplorasi Dalam Asuhan Keperawatan Medikal Bedah
Pain Management in Post-Exploratory Laparotomy Patients within Medical-Surgical Nursing Care
DOI:
https://doi.org/10.54004/join.v5i2.400Keywords:
laparotomi eksplorasi, manajemen nyeri, nyeri pascaoperasi, relaksasi genggam jariAbstract
Latar Belakang: Laparotomi eksplorasi merupakan prosedur pembedahan abdomen yang dapat menimbulkan nyeri pascaoperasi. Manajemen nyeri perlu dilakukan secara multimodal melalui terapi farmakologis dan intervensi nonfarmakologis. Relaksasi genggam jari merupakan salah satu teknik sederhana yang dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Mengaplikasikan manajemen nyeri pada pasien pascaoperasi laparotomi eksplorasi dalam asuhan keperawatan medikal bedah. Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laporan kasus dan proses keperawatan. Subjek adalah seorang laki-laki berusia 25 tahun pascaoperasi laparotomi eksplorasi yang dirawat di Ruang Bedah Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi klinis, dan pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan intensitas nyeri dan respons klinis selama evaluasi. Hasil: Masalah keperawatan yang teridentifikasi meliputi nyeri akut, gangguan pola tidur, dan risiko infeksi. Intervensi meliputi pengkajian nyeri, pengaturan lingkungan, relaksasi genggam jari, dan kolaborasi pemberian analgesik. Intensitas nyeri menurun dari NRS 5 menjadi 4 dan 2 pada tiga waktu evaluasi. Durasi tidur malam meningkat dari 4 menjadi 6 jam tanpa terbangun, dan tidak ditemukan tanda klinis infeksi pada evaluasi terakhir. Kesimpulan: Penerapan manajemen nyeri multimodal disertai relaksasi genggam jari sebagai terapi pendamping menunjukkan perbaikan intensitas nyeri dan kenyamanan pasien. Namun, kontribusi spesifik relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri tidak dapat dipastikan karena analgesik diberikan secara bersamaan.
References
El-Boghdadly, K., et al. (2024). Peri Operative Pain Management In Adults: A Multidisciplinary Consensus Statment From The Association of Anaaesthetists and The British Pain Sociaty. Anaesthesia, 79 (11), 1220-1236. DOI : https://doi.org/10.1111/anae.16391.
Hasaini, A. (2019). Efektifitas Relaksasi Genggam Jari dengan Penurunan Nyeri di Ruang Bedah (Al-Muizz) RSUD Ratu Zalecha Martapura. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), 76–90. https://doi.org/https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.394
Hasaini, A., Muhlisoh, & Martini Nur Sukmawaty. (2023). GENGGAM JARIMU : Promosi Edukasi Relaksasi Genggam Jari Sebagai Upaya Menurunkan Intensitas Nyeri Sendi. INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 47–52. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/indra.v4i2.246
Kayasa, A. H., et al. (2025). Application of finger-hold relaxation technique on postoperative pain intensity in laparotomy patients: A case study in Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta. Jurnal Komunitas Indonesia, 5(3), 275-289. DOI : https://doi.org/10.58545/jkki.v5i3.524
Korlantas Polri. (2024). Hadiri retrospeksi korban laka lantas, Kakorlantas beri bantuan pemasangan kaki palsu. Jakarta: Korlantas Polri.
Liestarina, A., S., dkk. (2023). Penerapan relaksasi genggam jari untuk penurunan intensitas nyeri pasien pasca operasi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Jurnal Keperawatan Duta Medika 3(2), 67-74. DOI : https://doi.org/10.47701/dutamedika.v3i2.2917
Nadianti, R.,N & Minardo, J. (2023). Manajemen nyeri akut pada post laparatomi apendisitis di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Journal of Holistics and Health Sciences 5(1), 75-87. DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v5i1.253
Rajaretnam, N., et al. (2023). Laparotomy. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.
Septiyono, E.,A, dkk. (2024). Analysis of nursing care in post laparotomy TAH-BSO patient using finger grip relaxation therapy. Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia, 3(2), 176-185.
Tim Pokja DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta: DPP PPNI.
Tim Pokja DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Jakarta: DPP PPNI.
Tim Pokja DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta: DPP PPNI.
Wozniak, A. B., et al. (2025). The association between quality of recovery, objective and subjective sleep quality, and pain after abdominal surgery: A cross-sectional study. Gastroenterology Nursing, 48(4), 280-287. DOI: https://doi.org/10.1097/SGA.0000000000000880
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Muhammad Arsyad, Muhlisoh, Insana Maria, Rusdiana, Asni Hasaini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





