Tingkat Kecemasan Orangtua Terhadap Penyakit Thypoid Abdominalis
DOI:
https://doi.org/10.54004/join.v1i2.67Keywords:
kecemasan, typoid abdominalisAbstract
Pendahuluan Keluarga yang menghadapi anaknya dalam keadaan sakit akan merasa cemas khususnya pada penderita thypoid abdominalis dikarenakan tidak mengetahui hal-hal yang terjadi selama proses penyakit thypiod abdominalis tersebut. Hal ini akan mempengaruhi proses penyembuhan anaknya dikarenakan kurang pengetahuan orang tua tersebut terhadap jalannya penyakit thypoid abdominalis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit Thypoid Abdominalis Pada Anak Di Ruang Anak RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun 2019
Metode : Populasi sebanyak 343 yang sakit thypoid abdominalis dengan jenis penelitian ini yang digunakan deskriptif dan pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrumen penelitian (kuesioner) pengambilan sampel dilakukan dengan cara Aksidental Sampling sehingga mendapatkan sampel sebanyak 30 responden
Hasil: Dari hasil penelitian terhadap 30 responden menunjukkan bahwa kategori tidak ada cemas (6,7%), cemas ringan (56,7%), cemas sedang (20%), cemas berat (16,7%).
Kesimpulan : Diharapkan hasil penelitian ini jadi bahan masukan bagi tenaga kesehan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat terutama bagi orang tua untuk mengontrol tingkat cemas pada anak yang sakit typoid abdominalis.
References
Ardiansyah, M. 2012. Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta: DIVA Press
Bani S. et al. (2001). Pelayanan Kesehatan Kesehatan Maternal dan Noenatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Buseri dikutip dari Djamarah, Syaiful Bahri. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga. Jakarta : Rineka Cipta. 2014.
Cahyono, J.B. Suharyo B. 2010. Vaksinasi, Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi. Yogyakarta: Nuha Medika
Djamarah, Syaiful Bahri. 2014. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga. Rineka Cipta: Jakarta.
Elsevier. 2013. Ferri’s Clinical Advisor 2013: 5 Books in 1. Philadelphia: Elsevier, Inc. Tjay
Luklukaningsih, Z. 2014. Anatomi Fisiologi dan Fisioterapi. Yogyakarta: Nuha Medika
M. Nur Ghufron & Rini Risnawita, S. (2014). Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Muttaqin, Arif. 2011. Gangguan Gastrointestinal: Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba medika
Potter, Patricia A. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Purba, I.E., Wandra, T., Nugrahini, N., Nawawi, S., dan Kandun, N. 2016. Program Pengendalian Demam Tifoid di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Media Litbangkes, 26(2): 99-108
Sanitiara, N.,& Firdaus, E. (2014). Hubungan Kecemasan Akademis Dengan Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau Tahun 2013/2014.Kedokteran Universitas Riau, 1(2), hal.1–9.
Saputro, M.D.C. & Nurhayati, F., 2014. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Status Gizi Siswa (Studi Siswa SDN Campurejo 1 Bojonegoro). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 2(3), pp.627 - 630.
Sarlito Wirawan Sarwono. (2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Supartini. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.
Taufik, T., & Ifdil, I. (2013). Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1(2), 143-150.
Triantoro Safaria & Nofrans Eka Saputra. (2012). Manajemen Emosi: Sebuah panduan cerdas bagaimana mengelola emosi positif dalam hidup Anda. Jakarta: Bumi Aksara.
Yuke Wahyu Widosari. (2010). “Perbedaan Derajat Kecemasan dan Depresi Mahasiswa Kedokteran Preklinik dan Ko-Asisten di FK UNS Surakarta.” Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2022 JoIN : Journal of Intan Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





