Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pegawai Dinas Kesehatan
The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and the Physical Fitness Level of Health Service Employees
DOI:
https://doi.org/10.54004/join.v4i2.374Keywords:
indeks massa tubuh, kebugaran jasmani, pegawai, promosi kesehatan, VO₂MaxAbstract
Pendahuluan: Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas pegawai, khususnya di lingkungan instansi kesehatan. Status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi IMT, tingkat kebugaran jasmani, serta menganalisis hubungan keduanya pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 pegawai yang dipilih dengan teknik total sampling. IMT diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan, sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Rockport Walking Test (VO₂Max). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman.
Hasil: Mayoritas pegawai memiliki IMT kategori kurang (52,9%) dan tingkat kebugaran jasmani kategori normal (46,1%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan kebugaran jasmani (p = 0,010) dengan arah korelasi negatif lemah (r = -0,254).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan tingkat kebugaran jasmani pegawai, di mana semakin tinggi IMT, maka kebugaran jasmani cenderung menurun. Dinas Kesehatan disarankan untuk mengembangkan program promosi kesehatan kerja melalui edukasi gizi, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
References
Alifia, N., Wulandari, S. P., & Alyani, R. (2022). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Mahasiswa. Jurnal Kesehatan, 10(2), 123-130.
American College of Sports Medicine (ACSM). 2013. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Aprianto, L., & Nurwahyuni, S. (2021). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kebugaran Jasmani Pegawai Kementerian Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 45-52.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Pedoman Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dewi, S., Putri, A. R., & Muis, M. (2022). Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Ketahanan Kardiorespirasi dan Kekuatan Otot. Jurnal Fisiologi Olahraga, 8(3), 67-75.
Febriyanti, N. K., Adiputra, I. N. and Sutadarma, I. W. G. 2017. Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Erepo Unud, 831, 1–14.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Permenkes No. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Padila, S. A., Mighra, B. A. and Kuswahyudi. 2023. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Tingkat Kebugaran Jasmani (VO₂Max) pada Anggota Karang Taruna Desa Pasir Gaok Kabupaten Bogor. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Adaptif, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.21009/jpja.v6i01.55228
Ramadhani, T. 2024. Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi, Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kebugaran Jasmani pada Lansia. Skripsi. Universitas Diponegoro.
World Health Organization (WHO). (2021). Malnutrition and Physical Fitness. Geneva: WHO Press.
World Health Organization (WHO). 2014. Obesity and overweight. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight
Wulandari, S. (2023). Hubungan IMT dengan VO2Max dan Produktivitas Kerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(4), 210-217.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Muhammad Robby, Puji Ayu Asri Sri Lestari, Muhammad Oldyanoor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





