FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA DERMATITIS DI DESA BARU KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.54004/jikis.v11i2.131Keywords:
faktor eksogen, faktor endogen, dermatitisAbstract
Pendahuluan: Dermatitis pada kulit sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan endogen yang menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ditandai rasa gatal berupa bintil kemerahan mengelompok atau tersebar, kadang bersisik, berair dan lainnya. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor terjadinya dermatitis di Desa Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode : Desain observasional deskriptif dengan populasi 118 orang penderita dermatitis dan sampel 100 orang dengan quota sampling,instrumen menggunakan kuesioner. Hasil : Kedua faktor eksogen dan endogen sebanyak 60% dengan katagori rendah. Faktor eksogen berada pada kategori rendah 76%. Faktor endogen berada pada kategori Tinggi 65%. Kesimpulan : Mayoritas kejadian dermatitis dari faktor eksogen yang meliputi meliputi bahan iritan, faktor lingkungan berada pada kategori rendah dan mayoritas kejadian dermatitis dari faktor Endogen yaitu faktor jenis kelamin, usia, lokasi kulit berada pada kategori Tinggi. Mayoritas faktor-faktor terkejadinya dermatitis dari faktor eksogen dan faktor endogen berada pada kategori rendah. Saran: motivasi positif dalam pelayanan kesehatan berupa penyuluhan, simulasi ataupun bentuk lain untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada pasien dermatitis.
References
Abd G, Nasruddin S. Determinan Kejadian Dermatitis di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar. Wind Heal. 2018;1(1):21– 8.
Akbar H, Dalia Novitasari, Agung Sutriyawan, Riswan , Herlina Magdalena (2020) ‘Hubungan Personal Hygiene dan Pekerjaan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat’, PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), pp. 1–5.
Cut Putri Diana, Marniati, Arfah Husna, Khairunnas (2021), “Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Rambot Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya”Jurnal Jurmakemas Volume 1 Nomor 2, November 2021
Dewi SR, Tina L, Nurzalmariah WOS. Hubungan Personal Hygiene, Pengetahuan dan Pemakaian Sarung Tangan dengan Kejadian Penyakit Dermatitis Kontak pada Pemulung Sampah di TPA Puuwatu Kota Kendari Tahun 2016. JIMKESMAS. 2017;2(6):184961
Devfi H., Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua dengan Pelaksanaan Perawatan di Rumah Penyakit Dermatitis pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Gedang Kota Sungai Penuh Tahun 2017. 2019;XIII(5):16–22.
Djamalu, F. (2014) Hubungan Personal Hygiene, Usia, dan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Dermatitis di Puskesmas Global Tibawa Kabupaten Gorontalo. Universitas Negeri Gorontalo
Eka Silvia, Anggunan, Arif Effendi, I. N. (2020) ‘Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Dermatitis Seboroik’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), pp. 37–46. doi: 10.35816/jiskh.v10i2.216
Febriana, Sri Awalia. Skin problems related to Indonesian leather & shoe production and the use of footwear in Indonesia.2015; (Groningen]: Rijksuniversiteit Groningen).
Febriansyah (2018), Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan Konsumen dan Kreativitas Iklan terhadap Minat Beli Konsumen Online-shop, Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis, 1 (1), 1-8
Gresi Amarita Rahma, Yuliani Setyaningsih, Siswi Jayanti, Analisis Hubungan Faktor Eksogen Dan Endogen Terhadap Kejadian Dermatitis Akibat Kerja Pada Pekerja Penyamakan Kulit Pt. Adi Satria Abadi Piyungan, Bantul (2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat
Gofur, A., dan Syam, N. 2018. Determinan Kejadian Dermatitis Di Puskesmas Rappokaling Kota Makassar.Jurnal Keseahata Masyarakat ,E-ISSN 2614- 5375.
Kemenkes RI, 2020, Profil Kesehatan, Kemenkes RI
Lausarina, R., Yenny, S. W. and Asri, E. (2019) ‘Hubungan Frekuensi Kekambuhan Dermatitis Seboroik dengan Kualitas Hidup pada Pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang’,Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1), p. 50. doi: 10.25077/jka.v8.i1.p50- 58.2019.
Maria Dwikarya, Dr (2020) Merawat kulta dan wajah, Penerbit Kawan Pustaka,
Natoadmodjo S. (2015) Ilmu Kesehatan Masyarakat cetakan ketiga. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhidayati (2020) ‘Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pemulung Di Tpa Bantargebang’, Jurnal Kebidanan, 12(01), p. 10.
Prakoso HD. Hubungan Lama Kerja dengan Dermatitis Kontak Pada Karyawan Cuci Mobil. Universitas Trisakti; 2018.
Sanders MGH, Pardo LM, Franco OH, Ginger RS, Nijsten T. Prevalence and Determinants of Seborrhoeic Dermatitis in a Middle-aged and Elderly Population: the Rotterdam Study. Br J Dermatol. 2018;178(1):148–53.
Sularsito, Sri Adi dan Soebaryo RW. Dermatitis Kontak. In: Menaldi, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ketujuh. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017. p. 1–535.
Suryani F. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dermatitis Kontak pada Pekerja Bagian Processing dan Filling PT. Cosmar Indonesia Tangerang Selatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2011. 22.F
Taylor JS, Sood A, Amado A. Irritant contact dermatitis. Dalam: Fitzpatricks et al, editors. Dermatology in general medicine vol.1 7th ed. New York: Mc Graw Hill Medical; 2013,.p.395-401.
Thomsen, Simon Francis, C. P. dan Z. Z. 2014. Atopic Dermatitis: Natural History, Diagnosis, and Treatment. ISRN Allergy, 2014: 1–8.
United Nations Development Programme. (2013). Human development report New York, NY: United Nations Development Programme.mong Drug-Resistant Tuberculosis Patients in Indonesia, Dovepress.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2023 Raziansyah Raziansyah, Gina Rahmatika
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.