Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi di wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2
DOI:
https://doi.org/10.54004/join.v1i1.51Keywords:
gaya hidup, hipertensiAbstract
Pendahuluan : Gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, salah satunya yaitu hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Martapura 2.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasi dengan populasi adalah seluruh penderita hipertensi berjumlah 613 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Probability Sampling dengan jumlah sampel 86 orang, dan menggunakan analisis Sperman-Rank.
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup penderita hipertensi mayoritas adalah berkategori baik sebanyak 60 orang (69,8%), sedangkan yang paling sedikit yaitu berkategori buruk sebanyak 26 orang (30,2%). Kejadian hipertensi mayoritas adalah berkategori ringan sebanyak 47 orang (54,7%), sedangkan yang paling sedikit yaitu berkategori berat sebanyak 17 orang (19,8%). Hasil menunjukkan Adanya hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value=0,000 (α < 0,005).
Kesimpulan : Disarankan penderita hipertensi dapat meningkat gaya hidup kearah yang lebih baik seperti aktifitas fisik dengan berolah raga, membatasi makanan yang berlemak dan makanan asin serta menghindari kebiasaan merokok sehingga tekanan darah dapat terkontrol.
References
Cahyono, S. 2008. Gaya Hidup dan Penyakit Modern.Jakarta: Kanisius
Departermen Kesehatan RI. 2006. Hasil Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS, 2007 Jakarta, Badan Peneliti dan Perkembangan Kesehatan Dep Kes RI
Hanafi, A. 2016.Gambaran Gaya Hidup Penderita Hipertensi di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Skripsi. Semarang: fakultas kedokteran Universitas Diponegoro.
Hawari. D, 2001. Menejemen stres, Cemas, dan Depresi, Jakarta, Balai penerbit FK UI.
Heriziana. 2017. Faktor Resiko Kejadian Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang. Program Studi Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang.
Ira Lauromaito Gultom. 2016. Hubungan Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Mekar Bahalat Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun Tahun 2016. Mahasiswa Gizi Kesehatan Masyarakat.Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Kemenkes RI. 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta:Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Jakarta
Kementrian Kesehatan RI, 2014. Infodatin Hipertensi. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI. diakses 19 Desember 2016.
____________. 2016. Profil kesehatan Indonesia 2015. Jakarta : KementrianKesehatan RI. (diakses 19 Desember 2016).
Kotchen, Theodore A et al.thn Nutrition, Diet, and Hypertension. Modern nutrition in Health and Disease (2). Phidelphia :
Lippincot Williams dan wilkins.2008
Lisnawati. 2001. Kepribadian, Nilai dan Gaya Hidup. Htpp(diakss 19 april 2017)
Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
____________. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Irza, 2009. Analisis faktor faktor resiko hipertensi pada masyarakat nagari bango tanjung,Sumatra Barat, Skripsi.
Meylen Suoth. 2014. Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. journal keperawatan (e-Kp) Volume 2. Nomor 1. Februari 2014.
Mudzakkir. 2006. STOP! Hipertensi. Yogyakarta. Familia.
Natoadmojo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoadmodjo, 2003. Pendidikan dan perilaku kesehatan, Jakarta :Rineka Cipta.
Notoatmodjo, 2013 . Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis : Jakarta : SalembaMedika.
Pellico. 2013. Gambaran Kebiasaan Merokok pada Pasien-pasienHipertensi yang Datang Berobat ke Bagian Penyakit Dalam RSUD H. AdamMalik Medan. [Skripsi Ilmiah]. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Rawasiah, A.B. 2014. Hubungan Faktor Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pattinggalloang.Makassar
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes).2007. Pedoman pewawancara Petugas Pengumpulan Data, Jakarta : Badan Litbangker Depkes RI.
Roehaendi. 2008. Hipertensi Pengenalan, Pencegahan, dan Pengobatan.Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.
Setiadi, 2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Cetakan Pertama. Graha Ilmu: Yogyakarta.
Rudianto, Budi F. 2013. Menaklukan Hipertensi dan Diabetes: mendteksi, mencegah, dan mengobati dengan cara medis dan herbal. Yogyakarta: Sakkhasukma.
Saleh. 2011. Cara Jitu Mengatasi Hipertensi. Yogyakarta : Andi.
Santrock. 2007. Life-Span Development: Perkembangan Masa-Hidup. Edisi 13. Jilid 1. Alih Bahasa: Widyasinta Benedictine. Jakarta: Erlangga.
Syarifuddin. 2006. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Cardiovaskuler. Yogyakarta. Gosyen Publishing
Setiawati, A. Dan Bustami. 2005. Farmakologi dan terapi, Edisi 4. Jakarta : Universitas Indonesi Press.
Sheps, Sheldon G. Maya Clinik. 2005. Hipertensi, Mengatasi Tekanan Darah Tinggi, Jakarta : PT Intisari Mediatama.
Sutomo. 2009. Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta: Agro Media Pustaka.
Sugihartono. 2007. 14 Penyakit Paling Sering Menyerang dan SangatMematikan. Jogjakarta: Flashbook.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Penerbit CV. Alfabeta: Bandung
Yashinta Octavian Gita Setyanda.2015. Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada LakiLaki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas





