HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2020

Authors

  • Yohana Agustina Sitanggang Stikes Intan Martapura
  • Shintya Shintya Stikes Intan Martapura

DOI:

https://doi.org/10.54004/jikis.v9i2.42

Keywords:

Perilaku, Kekambuhan, Pneumonia

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyakit penyebab kematian pada anak- yang terlupakan, karena menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan penyakit lainnya seperti AIDs, malaria, dan campak namun mendapatkan perhatian yang semestinya (World Health Organization, 2016). Pentingnya orang tua mengetahui tentang pneumonia agar orang tua dapat mencegah dan segera melakukan pemeriksaan apabila terdapat tanda dan gejala pneumonia ataupun kekambuhan pneumonia pada balita. Tujuan: untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita. Metode: Deskriptif dengan jenis penelitian korelasional digunakan dengan teknik sampling yaitu purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 58 dari populasi 140 balita. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Spearman’s Rho. Hasil: terdapat hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita dengan tingkat kemaknaaan p = 0,004 < 0,05 dan angka koefisien korelasi bernilai negatif dan tingkat kekuatan korelasi lemah yaitu -0,370. Saran: perlu adanya peningkatkan perilaku orang tua pada balita dengan pneumonia agar terhindar dari terjadinya kekambuhan dan dapat dicegah sedini mungkin.

References

Alfaqinisa, Rara, (2015), Hubungan antara Tingkat Pengatahuan, sikap, dan Perilaku Orang Tua Tentang Pneumonia dengan Tingkat Kekambuhan Pneumonia pada Balita di wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang tahun 2015 ; 18-19.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, (2019), Profil kesehatan Kabupaten Banjar 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Martapura Kota.

Habeahan, Eva Maretta, (2008), Hubungan Peran Orang Tua dalam Pencegahan Infeksi Pernafasan Akut (ISPA) dengan Kekambuhan Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Martubung Medan. Skripsi : Universitas Sumatera Utara.

Iser Leonardus, Lina Dewi Anggraeni, (2015), Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di RSUD Lewoleba. Nusa Tenggara Timur: STIKES Sint Carolus.

Riset Kesehatan Dasar, (2018), http://labdata.litbang.depkes.go.id/menu-progress-puldata/progress-puldata-rkd-2018 [11 April 2020]

Notoatmodjo, S, (2012), Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, (2014), Metodologi Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Puskesmas Martapura 2, (2019), Laporan Tahunan Puskesmas Martapura 2 201. Martapura.

Sinambela, (2010), Karakteristik Balita Penderita Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit. dalam repository.usu.ac.id diakses tanggal 19 Mei 2020.

UNICEF, One is too many. Ending child deaths from pneumonia and diarrhea [Internet]. Unicef, (2016), Available from: https//data.unicef.org/resources/one-many-ending-child-deaths-pneumonia-diarrhoea

UNICEF, (2018), Pneumonia: Pneumonia claims the lives of the world’s most vulnerable children.

Yuwono D, (2007), Hubungan Pengetahuan Ibu dan Lama Pemberian ASI pada Balita Terhadap Kejadian Pneumonia di Wilayah Kerja Puskemas.

WHO, (2016), Pneumonia,: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia [11 April 2020]. 6 (1), 33-37

Published

2021-12-07

How to Cite

Sitanggang, Y. A., & Shintya, S. (2021). HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2020. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 9(2), 132-137. https://doi.org/10.54004/jikis.v9i2.42