Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat</strong> was first published in June 2013 by the research and community service unit of the Intan Martapura Nursing Academy. In 2019 the Intan Martapura Nursing Academy changed to the Intan Martapura College of Health Sciences (STIkes) Intan Martapura.</p> <p>This journal is published twice a year in June and December. The first issue until the 9th of June is published in print and stored on the <a href="http://www.stikesintanmartapura.ac.id/index.php/repository" target="_blank" rel="noopener">repository page</a>. Starting in 2021, Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat uses the Open Journal System (OJS) as the journal's operational system.</p> <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat</strong> publishes research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.</p> STIKES Intan Martapura en-US Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat 2338-3534 PERSEPSI REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK ; SEBUAH TINJAUAN DALAM PERSPEKTIF PENCEGAHAN BERBASIS MODEL KEYAKINAN KESEHATAN http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/22 <p><strong>Pendahuluan</strong> : Persepsi tentang bahaya merokok merupakan faktor penting dalam pencegahan perilaku merokok pada remaja di masa depan. <strong>Tujuan</strong> : Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran persepsi tentang bahaya merokok pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. <strong>Metode</strong> : Metode penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana dengan pendekatan studi potong lintang. Responden penelitian sebanyak 60 orang siswa yang terdiri dari kelas XI pada jurusan Bahasa, IPA, dan IPS menggunakan metode cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 30 pertanyaan. <strong>Hasil</strong> : Hasil penelitian menunjukkan yaitu sebesar 55 % berpersepsi positif dan 45 % berpersepsi kurang tentang bahaya merokok. <strong>Kesimpulan</strong> : Persepsi bahaya merokok pada siswa memperlihatkan proporsi yang hampir sama antara persepsi positif dan persepsi negatif.<strong> Saran</strong> : Perlu dilaksanakan program pencegahan dan promosi kesehatan untuk mencegah perilaku merokok dengan program penyebarluasan informasi bahaya merokok dengan metode pervasif.</p> Taufik Hidayat Li Nur Ibargel Copyright (c) 2021 Taufik Hidayat, Li Nur Ibargel https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 51 56 10.54004/jikis.v9i2.22 STIGMA SOSIAL DAN STIGMA PSIKOLOGIS MASYARAKAT KEPADA PENDERITA HIV AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/21 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Penderita HIV/AIDS seperti fenomena gunung es dan di masyarakat mereka sering mengalami stigma, baik stigma sosial maupun stigma psikologis. Stigma merupakan hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian bertujuan untuk mengetahui stigma sosial dan stigma pskologis masyarakat kepada penderita HIV/AIDS di Wilayah Puskesmas Martapura 1. <strong>Metode</strong> : Penelitian ini merupakan <em>deskriptif</em> dengan populasi pengunjung Puskesmas Martapura 1 dalam enam bulan terakhir yaitu berjumlah 13.608 orang pengunjung, jumlah sampel yang diambil dalam sebanyak 100 responden dengan metode <em>Accidental Sampling, </em>pengumpulan data menggunakan <em>Instrument</em> kuesioner dan analisa data dengan distribusi frekuensi. <strong>Hasil</strong>: penelitian menunjukkan bahwa penderta HIV/AIDS mengalami stigma sosial rendah (44%) dan stigma psikologis sedang(64%). <strong>Kesimpulan</strong>: Melihat hasil penelitian ini maka diharapkan masyarakat dapat merubah stigma dan diskriminasi pada penderita HIV/AIDS, dengan memberikan motivasi positif dan pelayanan kesehatan lebih memperhatikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit HIV AIDS, baik dalam bentuk penyuluhan, bentuk simulasi-simulasi ataupun bentuk lainnya.</p> Raziansyah Raziansyah Azizah Rahmi Copyright (c) 2021 Raziansyah Raziansyah, Azizah Rahmi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 57 63 10.54004/jikis.v9i2.21 PROTOTYPE (RANCANG BANGUN) APLIKASI DOKUMENTASI PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS BERBASIS KOMPUTER http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/23 <p><strong>Pendahuluan : </strong>Dokumentasi keperawatan komunitas tahap pengkajian di Indonesia masih dilakukan dalam bentuk manual lembaran kertas.Proses tabulasi data pengkajian dikerjakan dengan mengumpulkan semua formulir yang diisi perawat berdasarkan item-item secara lengkap, akurat dan sistematis membantu penentuan status kesehatan komunitas. <strong>Tujuan:</strong> membuat <em>prototype</em> aplikasi dokumentasi pengkajian keperawatan komunitas berbasis komputer. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian kualitatif untuk identifikasi setiap tahapan dalam pengembangan aplikasi sistem sampai terbentuk rancangan aplikasi dokumentasi pengkajian keperawatan berbasis komputer. Subjek adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Keperawatan Program Studi Diploma IV yang sudah mendapatkan mata kuliah keperawatan komunitas berjumlah 75 orang. Variabel berupa software aplikasi pengkajian keperawatan berbasis komputer dan kualitas informasi meliputi kemudahan akses, kelengkapan, kesesuaian dan keakuratan yang dianalisa secara univariate dan deskriptif. <strong>Hasil:</strong> <em>prototype</em> aplikasi dokumentasi pengkajian keperawatan komunitas berbasis komputer dibuat dan diujicoba pada responden dengan tanggapan sangat baik terhadap aplikasi dan kualitas informasi. <em>prototype </em>dapat dikembangkan bekerjasama dengan pakar ilmu keperawatan komunitas, desain grafis dan animasi disesuaikan dengan kebutuhan komunitas.</p> Khairir Rizani Hammad Hammad Agustine Ramie Copyright (c) 2021 Khairir Rizani, Hammad Hammad, Agustine Ramie https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 64 69 10.54004/jikis.v9i2.23 LITERATUR REVIEW : PENGARUH PENDAMPINGAN PERILAKU PMO TERHADAP KEPATUHAN MENELAN OBAT PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/24 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tuberculosis adalah penyakit yang menjadi perhatian global. Upaya pengendalian yang dilakukan masih banyak ditemukan ketidakberhasilan yang disebabkan karena ketidakpatuhan penderita dalam minum obat secara rutin sehingga menyebabkan resistensi terhadap obat anti tuberkulosis. <strong>Tujuan :</strong> Mereview pengaruh pendampingan perilaku pengawas menelan obat (PMO) terhadap kepatuhan menelan obat pada penderita TB. <strong>Metode:</strong> Penulisan menggunakan metode pencarian literatur dari artikel internasional menggunakan database ScienceDirect, Goggle Scholar, dan ProQuest. Penelusuran awal menggunakan kata kunci “Kepatuhan dan Tuberkulosis” menghasilkan 1.500 artikel internasional dari tahun 2016, 2017, 2018, 2019 2020 dan 2021 sesuai kriteria inklusi. <strong>Hasil:</strong> 15 jurnal penelitian didapatkan bahwa pengaruh pendampingan pengawas menelan obat terhadap kepatuhan menelan obat yang perlu di terapkan mulai dari sikap, motivasi keyakinan dan dukungan keluarga. <strong>Kesimpulan:</strong> Semakin tinggi peran perawat akan berdampak positif pada kepatuhan minum obat. Perawat dapat menginisiasi keluarga terkait Pengawas Minum Obat untuk lebih memaksimalkan dukungan serta membentuk paguyupan penderita TB Paru sehingga penderita yang sudah sembuh dapat memotivasi satu sama lain. <strong>Saran :</strong> PMO mestinya diberikan motivasi, dukungan dan memiliki hubungan yang baik, bagi penderita harus memiliki sikap, motivasi, keyakinan dan dukungan dari keluarga demi meningkatkan kepatuhan menelan obat.</p> I Kadek Dwi Swarjana Dian Ekasari Copyright (c) 2021 I Kadek Dwi Swarjana, Dian Ekasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 70 78 10.54004/jikis.v9i2.24 PELAKSANAAN PELAYANAN PRIMA DALAM PENYELENGGARAAN DIKLAT DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/27 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Upaya memenuhi pelayanan kepada masyarakat, maka Bapelkes Provinsi Kalsel sebagai institusi publik telah menetapkan visi yaitu, menjadi penyelenggara diklat kesehatan terdepan dan terpercaya di Kalimantan. Hal ini diwujudkan bila penyelenggaraan diklat dilaksanakan secara professional serta berorientasi pada pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. <strong>Tujuan</strong>: untuk melakukan penelitian di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dengan judul penelitian “Pelaksanaan Pelayanan Prima Dalam Penyelenggaraan Diklat di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan”. <strong>Metode</strong>: Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan populasi. Informan penelitian pada penelitian ini terdiri atas 3 Staf Seksi Penyelenggaraan Pelatihan, 1 orang Widyaiswara, dan 3 orang mantan peserta latih pengguna layanan sebagai informan pendukung. Pemilihan informan kunci dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>purposive</em> <em>sampling. </em>Pengumpulan data secara observasi dan wawancara/interview. <strong>Hasil</strong>: Pelaksanaan pelayanan prima dalam penyelenggaraan diklat di Bapelkes Kalimantan Selatan ditinjau dari prosedur pelayanan telah memenuhi harapan. <strong>Kesimpulan</strong>: Pelayanan sesuai harapan pelanggan, waktu penyelesaian pelayanan belum jelas disampaikan, biaya pelayanan tidak membebani pelanggan, produk pelayanan sudah sesuai, kompetensi petugas memuaskan, sarana dan prasarana masih belum lengkap. <strong>Saran</strong>: tingkatkan pelayanan prima agar lebih optimal dan sesuai dengan harapan pelanggan</p> Raden Buyung Wijaya Copyright (c) 2021 Raden Buyung Wijaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 79 85 10.54004/jikis.v9i2.27 HUBUNGAN PENGETAHUAN COVID-19 DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER DI KELURAHAN INDRASARI TAHUN 2020 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/28 <p><strong>Pendahuluan:</strong><em> Coronavirus Disease </em>2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis <em>coronaviruses</em> yang baru saja ditemukan. Kasus Covid-19 di Indonesia pada bulan maret 2020 meningkat sebanyak 1.385 jiwa sehingga total kasus keseluruhan mencapai 59.394 jiwa, sedangkan kasus yang terkonfirmasi di wilayah Kabupaten Banjar sebanyak 342 jiwa. <strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker di Kelurahan Indrasari Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar , <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat deskriptif Analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini meliputi keseluruhan dari masyarakat di Kelurahan Indrasari yang berjumlah 5.454 orang dengan sampel 373 orang yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Alat pengumpulan data berupa kuesioner serta data dianalisis dengan <em>uji Chi square.</em> <strong>Hasil:</strong> Hasil Penelitian yang dilakukan menggunakan uji statistik spearman rho menunjukkan bahwa nilai <em>p</em> =0,000 &lt; α=0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 dengan kepatuhan pengunaan masker di kelurahan Indrasari, <strong>Kesimpulan:</strong> Pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 berhubungan kuat dengan kepatuhan penggunaan masker <strong>Saran: </strong>Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus melakukan penyuluhan tentang betapa pentingnya menerapkan penggunaan masker secara baik dan benar.</p> Insana Maria Copyright (c) 2021 Insana Maria https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 86 90 10.54004/jikis.v9i2.28 OUTCOME KEHAMILAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANYIPATAN TAHUN 2020 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/29 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan gangguan saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan telah menjadi pandemi di seluruh dunia. COVID-19 Telah menjangkit seluruh penduduk dunia tidak terkecuali wanita hamil. Kerentanan wanita hamil terhadap infeksi menjadi latar belakang perlunya studi tentang pengaruh COVID-19 baik pada ibu, janin, maupun bayi yang dilahirkan. <strong>Tujuan</strong> : Mengetahui <em> Outcome</em> Kehamilan Pada Masa Pandemi COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Panyipatan tahun 2020. <strong>Metode</strong> :Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan retrosfektif. Teknik sampel yang dipilih adalah teknik <em>purposive sampling </em>dengan jumlah 127 responden. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi.<strong>Hasil</strong> : Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada kematian pada ibu hamil 127 (100%), kondisi janin lahir terbanyak sehat 125 (98,4%), usia gestasi terbanyak 37-42 minggu sebanyak 119 orang (93,7%), berat badan bayi lahir terbanyak adalah &gt;2500 sebanyak 123 orang (96,9%), APGAR score bayi baru lahir tidak asfiksia sebanyak 125 orang (98,4%), berat plasenta bayi baru lahir yang normal &gt;500 sebanyak 121 responden(9,5%).</p> Raihana Norfitri Susanaria Alkai Copyright (c) 2021 Raihana Norfitri, Susanaria Alkai https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 91 96 10.54004/jikis.v9i2.29 TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI BERDASARKAN PENGETAHUAN DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPUR http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/32 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Hipertensi lebih sering terjadi pada usia lanjut hal ini dikarenakan perubahan fisologis ataupun psikologisnya, penyakit ini juga menimbulkan rasa cemas pada penderitanya, hal ini dikarenakan kecemasan seseorang dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang dialaminya. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi terhadap pengetahuan. <strong>Metode</strong>: penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi responden dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Simpur Kalimantan Selatan, dengan sampel penelitian berjumlah 61 responden dengan metode simple random sampling. <strong>Hasil</strong>: pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa responden dengan pengetahuan baik memiliki tingkat kecemasan yang sedang, hal ini dapat dimaknai bahwa penderita hipertensi memiliki pengetahuan yang baik maka secara tidak langsung akan membatasi perilaku yang dapat memperberat kondisinya, tidak hanya itu penderita juga akan bersikap sesuai dengan pengetahuan yang di milikinya untuk menjaga kesehatan tubuhnya. <strong>Kesimpulan</strong>: Penelitian ini dapat kesimpulan bahwa lansia dengan hipertensi di wilayah puskesmas simpur memiliki pengetahuan baik dengan tingkat kecemasan yang sedang. <strong>Saran</strong>: diharapkan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan wilayah simpur dapat lebih memperhatikan faktor psikis pada lansia yang dapat mempengaruhi atau memperburuk kesehatan fisik</p> Tiara Lani Copyright (c) 2021 Tiara Lani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 97 100 10.54004/jikis.v9i2.32 LITERATURE REVIEW PENGARUH AKUPRESUR PADA IBU MENYUSUI TERHADAP PENINGKATAN KECUKUPAN ASUPAN ASI BAYI http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/33 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pemberian ASI sebagai makanan pertama bayi masih kurang, hanya 38% bayi disusui sampai enam bulan secara eksklusif. Didunia kesehatan banyak dilakukan intervensi non farmakologi salah satunya dengan pemberian terapi akupresur untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI pada ibu menyusui. <strong>Tujuan</strong>: penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh akupresur pada ibu menyusui terhadap peningkatan kecukupan asupan ASI bayi berdasarkan <em>literature review</em>. <strong>Metode</strong>: <em>study literatur </em>dengan strategi pencarian menggunakan PRISMA sehingga didapatkan delapan literatur. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian <em>literatur riview</em> ini yaitu akupresur, kecukupan ASI. Sumber database berasal dari <em>Science Direct, google scholar, EBSCO</em> kemudian dianalisa menggunakan PICOT <em>frame work</em>. <strong>Hasil:</strong> cakupan ASI ibu pasca melahirkan setelah diberikan terapi akupresur rata-rata mengalami peningkatan ASI dan delapan lieratur menyatakan bahwa ada pengaruh akupresur pada ibu menyusui terhadap peningkatan kecukupan asupan ASI bayi. <strong>Kesimpulan</strong>: terapi akupresur berpengaruh terhadap peningkatan jumlah ASI pada ibu menyusui pasca melahirkan dibanding dengan yang tidak mendapat terapi akupresur. <strong>Saran</strong>: perlu dilakukan sosialisasi hasil riset terhadap pengaruh akupresur pada ibu menyusui terhadap peningkatan kecukupan asupan ASI bayi.</p> Ainun Sajidah Agustine Ramie Ghayatus Sa’adah Copyright (c) 2021 Ainun Sajidah, Agustine Ramie, Ghayatus Sa’adah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 101 108 10.54004/jikis.v9i2.33 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN PERTUMBUHAN PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2021 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/34 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Stunting merupakan permasalahan yang banyak ditemukan di negara berkembang, terutama di Indonesia. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, keterlambatan perkembangan motorik, dan terhambatnya pertumbuhan mental. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan pertumbuhan anak usia 0-5 tahun di wilayah Puskesmas Sungai besar Banjarbaru. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak stunting usia 0 – 5 tahun. Sampel diperoleh menggunakan teknik total sampling, yaitu sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. <strong>Hasil</strong>: Analisis data menggunakan univariat dan bivariate menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan nilai p adalah 0,008 yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang stunting dengan pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun. <strong>Kesimpulan</strong>: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stunting dan pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun. <strong>Saran</strong>: Pendidikan kesehatan sangat penting dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan pentingnya mengetahui pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun.</p> Rusdiana Rusdiana Copyright (c) 2021 Rusdiana Rusdiana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 109 114 10.54004/jikis.v9i2.34 PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN TAHUN 2021 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/38 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Salah satu media penyebaran penyakit dan infeksi pada tubuh manusia adalah tangan, sehingga sangat penting menjaga dan membersihkan tangan untuk mencegah penularan Covid-19. Meningkatnya kejadian Covid-19 di Kabupaten Banjar menggambarkan masih kurangnya pemahaman masyarakat khususnya mahasiswa tentang pencegahan Covid-19. Menjaga tangan untuk tetap bersih merupakan salah satu cara untukk mencegah penularan Covid-19 ke orang lain maupun ke diri sendiri. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang pencegahan Covid-19 dengan kebiasaan mencuci tangan di Stikes Intan Martapura. <strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan deskriptif analitik, desain menggunakan korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, sampel yang digunakan adalah Total Sampling yaitu seluruh mahasiwa tingkat I yang berjumlah 96 responden. Analisa data dilakukan dengan uji Chi square.<strong> Hasil</strong>: Penelitian menunjukkan bahwa 100% responden memiliki pengetahuan yang baik, 62,5 % responden sudah menunjukkan sikap positif, dan 91,7% memiliki perilaku yang baik dengan kebiasaan mencuci tangan. <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa prodi Diploma Tiga Keperawatan tentang pencegahan Covid-19 dengan kebiasaan mencuci tangan. <strong>Saran</strong>: diharapkan mahasiswa mampu memahami dan bersikap patuh terhadap kebiasaan mencuci tangan dalam pencegaha penyebaran Covid-19, dan adanya penelitian lanjutan tentang pratik mahasiswa dalam melakukan kebiasaan cuci tangan untuk pencegahan Covid-19</p> Any Zahrotul Widniah Copyright (c) 2021 Any Zahrotul Widniah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 115 120 10.54004/jikis.v9i2.38 HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN SIKAP MAHASISWA STIKES INTAN MARTAPURA DENGAN LEARNING FROM HOME DI MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/40 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pemerintah Indonesia pertama kali memvalidasi kasus Covid-19 pada bulan Maret 2020 dan semenjak itu pemerintah Indonesia memberlakukan aturan untuk tinggal di rumah dan meniadakan sementara kegiatan di luar rumah seperti perkuliahan. Aturan pemerintah untuk melakukan pendidikan dari rumah membuat sebagian mahasiswa merasa khawatir dan tertekan karena harus mengikuti pendidikan secara <em>online</em>. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kecemasan dan sikap mahasiswa saat menjalani <em>learning from home</em>. <strong>Metode</strong>: Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan rancangan <em>cross sectional</em>, teknik <em>sampling </em>yang digunakan ialah <em>total sampling</em> dengan jumlah responden sebanyak 68 mahasiswa. <strong>Hasil</strong>: Uji korelasi dengan menggunakan Uji Spearman’s Rho diperoleh nilai signifikan 0,48 yang menunjukan bahwa kolerasi cukup (0,26-0,50) antara hubungan tingkat kecemasan dan sikap mahasiswa dengan <em>learning from home</em>. <strong>Kesimpulan</strong>: Ada hubungan antara tingkat kecemasan dan sikap mahasiswa dengan <em>learning from home</em>. <strong>Saran</strong>: Peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti tentang faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan saat <em>learning from home.</em></p> Devi Hairina Lestari Copyright (c) 2021 Devi Hairina Lestari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 121 126 10.54004/jikis.v9i2.40 HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN MEKANISME KOPING PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 KABUPATEN BANJAR http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/41 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menempati peringkat 10 besar dunia penyebab kematian yang mempunyai dampak negatif pada pskilogis penderitanya, salah satunya adalah kecemasan, sehingga diperlukan mekanisme koping yang baik agar kecemasan yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diatasi. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita diabetes melitus. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 242 orang dan didapatkan sampel sebanyak 71 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank.<strong> Hasil</strong>: Hasil penelitian didapatkan data, responden dengan kecemasan berat 71,8%, kecemasan ringan 28,2%, koping adaptif 73,2%, responden dengan koping maladaptif 26,8%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh angka signifikan p = 0,034 &lt; α 0.050. <strong>Kesimpulan</strong>: Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita Diabetes Melitus. <strong>Saran</strong>: Penderita diabetes melitus sebaiknya mengontrol hati dan pikiran sehingga memiliki mekanisme koping yang baik agar dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus.</p> Matini Nur Sukmawaty Copyright (c) 2021 Matini Nur Sukmawaty https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 127 131 10.54004/jikis.v9i2.41 HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2020 http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/42 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pneumonia merupakan penyakit penyebab kematian pada anak- yang terlupakan<em>, </em>karena menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan penyakit lainnya seperti AIDs, malaria, dan campak namun mendapatkan perhatian yang semestinya<strong> (</strong><em>World Health Organization</em>, 2016). Pentingnya orang tua mengetahui tentang pneumonia agar orang tua dapat mencegah dan segera melakukan pemeriksaan apabila terdapat tanda dan gejala pneumonia ataupun kekambuhan pneumonia pada balita. <strong>Tujuan:</strong> untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita. <strong>Metode:</strong> Deskriptif dengan jenis penelitian korelasional digunakan dengan teknik sampling yaitu <em>purposive sampling</em>, didapatkan sampel sebanyak 58 dari populasi 140 balita. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan <em>Spearman’s Rho</em>. <strong>Hasil</strong><strong>: </strong>terdapat hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita dengan tingkat kemaknaaan <em>p</em> = 0,004 &lt; 0,05 dan angka koefisien korelasi bernilai negatif dan tingkat kekuatan korelasi lemah yaitu -0,370. <strong>Saran</strong>: perlu adanya peningkatkan perilaku orang tua pada balita dengan pneumonia agar terhindar dari terjadinya kekambuhan dan dapat dicegah sedini mungkin.</p> Yohana Agustina Sitanggang Shintya Shintya Copyright (c) 2021 Yohana Agustina Sitanggang, Shintya Shintya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 132 137 10.54004/jikis.v9i2.42 HUBUNGAN PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN BERAT BADAN DI PRAKTEK MANDIRI http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/30 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pelayanan keluarga berencana dapat dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Salah satu kontrasepsi yang banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik 3 bulan, jenis kontrasepsi ini memiliki keuntungan dan kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah dilihat dari akibat pemakaiannya yaitu terjadinya kenaikan berat badan. <strong>Tujuan</strong>: penelitian untuk mengetahui hubungan lamanya pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan ibu akseptor KB suntik di Bidan Praktek Mandiri Wiwik Indriani di Kota Banjarbaru Utara tahun 2021. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini bersfat analitik <em>korelasional </em>dengan pendekatan <em>cross sectional, </em>Populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB suntik 3 bulan berjumlah 226 orang, sampel berjumlah 69 orang, metode sampling yang digunakan yaitu <em>accidental sampling</em>. Analisa hasil dengan univariat dan bivariat, uji yang digunakan adalah <em>Chi Square. </em><strong>Hasil: </strong>sebagian besar responden menunjukkan lama pemakaian KB suntik 3 bulan yaitu &gt; 36 bulan sebanyak 43 orang (62,3%) dan mengalami kenaikan berat badan kategori obesitas (BB <u>&gt;</u> 5 kg) sebanyak 51 orang (73,9%). <strong>Kesimpulan</strong>: ada hubungan yang bermakna antara lamanya pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan ibu akseptor KB suntik di Bidan Praktek Mandiri Kota Banjarbaru Utara tahun 2021 dengan <em>p value</em> = 0,000 &lt; α 0,05. <strong>Saran</strong>: sebaiknya akseptor berusaha mencari informasi tentang kontrasepsi yang digunakan</p> Zubaidah Zubaidah Copyright (c) 2021 Zubaidah Zubaidah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 138 142 10.54004/jikis.v9i2.30 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/43 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pola konsumsi natrium dan tingkat pengetahuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tejadinya peningkatan tekanan darah. Di Puskesmas Cempaka hipertensi menduduki peringkat pertama penyakit terbanyak. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola konsumsi natrium dengan tekanan darah pada penderita hipertensidi wilayah kerja Puskesmas Cempaka tahun 2021. Penelitian ini menggunakan <strong>Metode</strong><strong>: </strong><em>analitik korelasional</em> dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, Jumlah populasi 764 orang dan sampel 88 orang. Teknik pengambilan <em>purposive sampling</em>. Variabel bebas (tingkat pengetahuan dan pola konsumsi natrium) dan variabel terikat (tekanan darah pada penderita hipertensi). Instrumen berupa angket. Uji yang digunakan Rank Spearman. <strong>Hasil</strong><strong>: </strong>Mayoritas tekanan darah menunjukkan hipertensi stage 2 (TD 160-180 mmHg) sebanyak 65,9%, berpengetahuan kurang sebanyak 54,5% dan pola konsumsi natrium kurang baik sebanyak 67,0%. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pola konsumsi natrium dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. <strong>Saran</strong>: Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan dan puskesmas dapat memberikan informasi sebagai pengetahuan bagi penderita hipertensi tentang hipertensi dan pola konsumsi natrium guna meminimalisir dan menghindari terjadinya komplikasi.</p> Diana Hardiyanti Nanda Yuliana Copyright (c) 2021 Diana Hardiyanti, Nanda Yuliana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 143 147 10.54004/jikis.v9i2.43 KAJIAN LITERATURE : PENGUNAAN TELEHEALTH PROGRAM DALAM PELAYANAN KESEHATAN REHABILITATIF http://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/31 <p><strong>Pendahuluan</strong> : Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan menjadi salah satu faktor dalam memenuhi kesehatan yang optimal, terutama di tempat yang menyediakan pelayanan kesehatan, misalnya, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan <em>home care.</em> Penggunaan teknologi dalam membantu pelayanan kesehatan yaitu, penggunaan teknologi untuk <em>telehealth</em>.. <strong>Tujuan</strong> dari penulisan ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan <em>telehealth</em> dalam pelayanan kesehatan. <strong>Metode</strong> yang digunakan, yaitu metode kepustakaan atau <em>literature review</em>. <strong>Hasil</strong> yang didapatkan ada 10 artikel, yang menyebutkan penggunaan t<em>elehealth</em> ini sangat efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama untuk klien dengan tempat tinggal yang jaraknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan. <strong>Kesimpulan</strong> : Penggunaan <em>telehealth</em> ini tidak hanya berguna untuk klien saja, tetapi juga untuk pemberi layanan kesehatan itu sendiri, yaitu, menambah tingkat pengetahuan para tenaga medis dan memperbaharui informasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang akan mereka berikan. <strong>Saran</strong>: Penggunaan telehealth dalam bidang keperawatan dapat meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih optimal, terutama dikeperawatan Indonesia. Sebagai perawat komunitas misalnya, dalam memberikan asuhan keperawatan promosi kesehatan, metode <em>telehealth</em> sangat efektif.</p> Evanny Indah Manurung Copyright (c) 2021 Evanny Indah Manurung https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-07 2021-12-07 9 2 148 155 10.54004/jikis.v9i2.31